By tama on Sat, 20 Dec 2008 18:56:00 GMT
SYC 2008 JOURNAL
“Indonesia Delegation”
By : Tama
Pada tahun 2008 ini, indonesia kembali mengirimkan delegasinya dalam program SYC (Sunburst youth Camp) untuk kesekian kalinya. SYC merupakan sebuah program yang diselenggarakan oleh Singapore dengan mengumpulkan remaja-remaja se-Asia untuk berkumpul, berbagi selama 7 hari yang bertujuan untuk persahabatan, pemahaman antarbangsa, kepemimpinan, dan pertukaran budaya. Di tahun ini, ada 13 negara yang berpartisipasi, diantaranya semua negara ASEAN, China, India, dan Kazakhstan. Setelah proses seleksi nasional oleh Depdiknas pada bulan Mei lalu, terpilihlah 8 siswa, terdiri dari 4 cowok dan 4 cewek, yang menjadi duta Indonesia, diantaranya : Tama-Padang, Ikhsan-Jogja, Gege-Jogja, Zulfa-Jogja, Ranggi-Bogor, Shani-Malang, Linda-Bali, Dini-Makkasar.
Sebelum keberangkatan ke Singapore, kami, 8 delegasi indonesia, telah dilatih selama 6 hari di Jakarta untuk penampilan tari-vokal dan eksibisi yang bertemakan “My Heritage” , dan disaat itu jualah kami membangun chemical satu sama lain sebagai tim yang akan mewakili indonesia di ajang internasional tersebut. layaknya orang dari daerah yang berbeda dipertemukan, kami dapat dengan cepat akrab, tentunya juga dengan dukungan seorang chaperone “pak Rizal”, yang membimbing kami selama berkegiatan di Singapore.
Day 1 [7 Desember 2008]
Hari keberangkatan menjadi hari yang kami tungu-tunggu dan cukup mendebarkan. Bagaiman tidak, ada diantara kami yang baru pertama kali ke luar negeri bahkan pertama kalinya naik pesawat. Kami, 8 siswa,dengan seorang chaperone bertolak dari bandara Int. Soekarno Hatta dengan garuda Indonesia pada pukul 09.20 pagi. Dengan barang bawaan yang bejibun, alhamdulillah akhirnya pada pukul 01.00 siang, kamipun tiba di Changi int. Airport yang Hi-tech, so clean, so lux, so cool, layaknya mall. Setiba di sana, dengan papan bertuliskan SYC indonesia delegation, teman-teman peserta Singapore beserta komite menjemput kami untuk segera menuju ke hotel RELC international, tempat penginapan selama kegiatan berlangsung.
Perjalanan menuju hotel menjadi first impression yang cukup mengagumkan. Lalu lintas yang begitu tertib dan jalan yang hijau dengan taman kotanya yang bersih dari sampah, serta gedung-gedung tinggi pencakar langit. hal ini sudah sepatutnya bisa jadi contoh bagi negara kita yang kenyang dengan masalah-masalah lalu lintas dan kebersihan kotanya.
Setiba di hotel, panitia memberikan sebuah tas kepada masing-masing delegasi yang isinya sangat lengkap dengan perlengkap[an kegiatan dan meberikan pengarahan singkat tentang disiplin waktu dan kegiatan. Setiap kamar di hotel, diisi oleh 3 orang peserta dari negara- negara berbeda, sehingga sangat membantu kami untuk berbaur denagn teman-teman negara lain.
Hari itu, bersama guide Indonesia delegation yang disebut Ace, kami mengunjungi beberapa tempat wisata di sana, seperti Orchad Road, City Hall, Esplanade, dan marina Square. kesan kedua yang kami dapatkan adalah saat menuju ke tempat tersebut menggunakan city bus dan MRT. Singapore memang juga patut diacungi jempol dalam bidang transportasi umumnya yang sangat nyaman, tertib, dan serba canggih. Tidak heran jika penduduk disana sangat menikmati mengunakan jasa transportasi umum dalam beraktifitas karena dilain pihak, untuk memiliki mobil adalah sangat sulit karena pajak yang sangat tinggi sekali.
Berjalan di orchad road memiliki sensasi tersendiri. Pejalan kaki harus menyebrang pada tempatnya, jika tidak CCTV di sisi jalan siap memonitor gerak-gerik kita, hingga harus membayar denda pada pihak yang berwenang. Sekali menyebrang akan ada banyak penyebrang jalan, para pejalan kaki berjalan cepat dalam ketertibannya. Begitu tingginya kesadaran mereka untuk dapat hidup yang sedemikian apik.
Berbeda sekali dengan di Indonesia, berjalan kaki di Singapore adalah hal yang menyenangkan. Di sisi jalan tersedia jalur khusus yang lebar dan rindang untuk pejalan kaki, ditambah lagi dengan pemandangan kota yang indah,terutama pada malam hari, wah mantep lah! kalo di Indonesia, mungkin kita akan kenyang dengan masalah-masalah seperti meghadapi keributan lalu lintas, dan polusi yang sangat menggaduh kenyamanan berjalan kaki, diperparah oleh cahaya matahari yang begitu terik.
Satu hal, Singapore sebagai Shopping center in Asia, tentunya kami juga tidak lupa shopping, membeli beberapa souvenir untuk kerabat dan teman di Orchad road.
Day 2 [8 Desember 2008]
Pagi- pagi sekali kami bangun mempersiapkan kegiatan youth camp yang pertama, yaitu outbound di Outward Bound Singapore (OBS), Pulau ubin. Setelah sarapan, kamipun berangkat dari hotel pukul 0745, on time. perjalanan ke pulau ubin membutuhkan waktu sekitar 5 menit menggunakan boat yang telah disediakan. Sebelumnya, para peserta telah dibagi menajdi 8 kelompok yang terdiri dari 19 peserta dari negara berbeda, yang akan menjadi team untuk seluruh kegiatan camp selanjutnya. Di tempat itu, kami bermain beberapa macam game seperti rockclimbing yang memacu adrenalin, teamwork fingering game, dan permainan outbound lainnya yang cukup mengasah kekompakan dan keakraban dalam teamwork masing-masing.. Sesi akhir, setelah makan siang, ada outbound challenge, dimana setiap kelompok harus menyelesaikan beberapa game untuk mendaaptkan kredit yang digunakan untuk membeli peralatan membuat rakit, seperti drom air, tali, pipa , dan bendera. 2 orang diantara kami pun menjadi team leader group, yaitu Shani dan Tama, yang memimpin regu masing-masing dalam outbound challenge. Akhirnya setelah semua group siap dengan raftnya masing-masing, pukul 04.30 rakit diluncurkan ke pantai bersama dengan anggota group pemilik rakit diatasnya. benar-benar pengalaman once in a lifetime yang sangat menyenangkan.
Pada malam harinya, masih di pulau ubin, diaadakan youth camp fire. Seluruh peserta berserta chaperone bersuka ria bersama dalam permainan-permainan, musik, tari, yel-yel, dan diakhiri dengan menyalakan firework.
Hingga akhirnya usai pada pukul 8 malam, dan segera kembali ke hotel untuk beristirahat.
Day 3 [9 Desember 2008]
Hari ketiga, kami mengunjungi universitas negeri terkemuka Singapore NTU dan NIE. kami melakukan beberapa kegiatan seperti campus tour, chemistry dan DNA laboratorium experiment, mengunjungi aeroponik plant green house. tentunya tanaman aeroponik agak sedikit terdengar baru bagi beberapa orang, karena selama ini mungkin baru tehu tentang hidroponik, penanaman tanaman media air. Aeroponik menggunkan konsep tanaman menggunakan media udara dalam rumah kacanya. Bahkan, dengan teknologi ini, beberapa tanaman yang hanya dapat tumbuh di iklim dingin dapat dikembangbiakkan. pemeliharaanya sangat tergantung pada frekuensi semprotan air pada akar tanaman dan kestabilan suhu dari rumah kaca tersebut.
Usai dari NTU dan NIE, kami bertolak ke Singapore Science Center (SSC) yang tidak jauh dari sana, hanya sekitar 10 menit. Tempat ini merupakan sebuah komplek yang menpertunjukkan berbagai macam hal ilmiah dalam science, termasuk juga apa yang mereka sebut dengan science magic, mulai dari koleksi zaman purbakala, hingga zaman canggih sekarang ini. Kendati lelah seharian beraktifitas dan berjalan kesana kemari, kami sampai tidak memikirkan hal itu karena melihat berbagai hal menarik didalamnya, seperti omni theater yang menyerupai bola bumi, tesla coil, dan yang sangat menakjubkan adalah alat yang seharga sekitar US$7juta, sebuah robot yang mirip scooter, namun dapat membawa kita berjalan diatasnya hanya dengan menggerakkan stir kemudinya kedepan dan kebelakang, sehingga tidak perlu menghabiskan energi untuk berjalan lagi, seperti yang digunakan observer SSC dalam berkeliling dan memantau tempat tersebut. canggih bukan?
Pukul 07.00 malam, setiba di hotel kami, harus mempersiapkan rehearsel pertama (gladi Resik) penamplan tari untuk ditampilkan pada cultural evening. karena delegasi indonesia beserta 6 negara lainnya dapat giliran pada malam itu. Kami pun menampilkan tari cokek dari Betawi yang berdurasi 5 menit di atas panggung sambil mengatur Stage blocking sembari mendapat pengarahan dan komentar dari koreografer SYC.
lastly, go to the room, charging energy aftera whole tiring day to welcome the next day!
Day 4 [10 Desember 2008]
Kegiatan pertama pada hari ini adalah kunjungan ke NEWater PLAN, sebuah perusahaan yang berperan dalam mendaur ulang air limbah dan mengontrol kebersihan supply air di setiap sudut kota di Singapore, hingga layak diminum walau tanpa dimasak terlebih dahulu, karena memang sudah bersih,steril, dan aman bagi kesehatan. jika kita bandingkan dengan yang ada di Indonesia, seperti perusahaan PDAM. Namun, yang berbeda adalah kecanggihan mesin dan fasilitasnya, tidak hanya sebagai perusahaan mendaur ulang air, tapi juga sebagai sarana edukasi dan eksibisi, karena mereka menyediakan company tour bersama guidenya, dimana kita dapat menyaksikan video sejarah pendauran air di Singapore, presentasi , games yang berhubungan dengan proses daur ulang, dan mesin-mesinnya secara langsung, selayaknya tempat wisata yang sangat nyaman. Hal ini sangat menunjukan tingginya apresiasi Sinapore terhadap pendidikan untuk publik dengan metode yang canggih dan atraktif.
Setelah kegiatan presentasi, seluruh peserta berdiskusi dan sharing tentang keadaan supply air di negara mereka masing-masing. Dimulai oleh delegasi filipina,lalu delegasi indonesia yang saat itu disampaikan oleh tama, yang mengutarakan keadaan supply air di Indonesia dan kekaguman atas teknologi mutakhir dan metode pembelajaran NEWater yang sangat bagus sekali, menurutnya. Kamipun menjadi sadar, beda negara, berbeda pula sistemnya, hal yang membuat kami semakin paham dengan keanekaragaman yang dapat memperkaya satu sama lain, bukannya saling bersaing menjatuhkan yang lain.
Tempat selanjutnya adalah City Gallery, yang menunjukaan gallery kota dan maket besar serta planning pembangunan beberapa tahun ke depan Singapore. Saat itu jualah kami meyakini bahwa Singapore adalah negara kepulauan kecil yang bahkan lebih kecil dari kota jakarta, namun jauh lebih maju dari Indonesia dalam berbagai bidang.
Setelah selesai tour di city gallery, setiap group berdiskusi untuk program selanjutnya, “Urban Challenge”. Kegiatan ini mirip dengan Amazing race, dimana anggota regu harus memecahkan 11 misi yang telah diberikan dengan mengunjungi tempat-tempat berbeda di kota, yang jaraknya cukup berjauhan. Untuk mencapai satu tempat ke tempat lainnya, kita harus bertanya kesana-kemari, naik MRT dan city bus dalam waktu yang relatif singkat untuk misi tersebut, yaitu dari pukul 1400-1900pm. Team pemenang adalah mereka yang tercepat kembali ke hotel dengan menyelesaikan misi terbanyak, hingga terpilihlah regu 8, dengan team leader Jay dari India, sebagai pemenangnya.
Hari inilah hari yang padat aktifitas dan cukup melelahkan sekali bagi kami, karena pada malam harinya sekalipun, kami beserta seluruh delegasi sibuk menyiapkan booth eksibsi negaranya masing-masing, sampai-sampai delegasi Indonesia hanya tidur 2 jam saja, bahkan ada teman dari delegasi Singapore yang tidak tidur sama sekali demi maksimalnya eksibisi mereka..
oh…ya. satu pengalaman lucu juga bagi tama, yang mendapati tempat tidurnya telah ditempati orang lain selain roommatenya. Setelah paginya ditanya, ternyata dia adalah jason, dari delegasi Laos yang tidur baru jam 4 pagi, setelah menyelesaikan eksibisinya, dan memasuki kamar yang salah akibat sangking ngantuk dan keletihannya.. hh …kamar 1216 yang seharusnya 1016. What a memorable experience!
Day 5 [11 Desember 2008]
Setelah tidur yang singkat , pada pagi harinya, diadakan “Happy Talk” di Ballroom hotel mengenai leadership ayng dipimpin oleh seorang peraih UNESCO Fellowship dan anggota dari National youth Achievement award Council, Zaibun Shiraj. kegiatan berlangsung selama 1,5 jam yang diisi dengan presentasi, diskusi, kuis, dan deklarasi kepemimpinan. Beberapa peserta menjawab dan mengutarakan pendapatnya tentang leadership secara aktif, termasuk delegasi indonesia seperti Linda, Ikhsan, Zulfa, dan Tama yang mendapatkan buku karangan beliau “managing Oneself”setelah memberikan kesimpulan di akhir kegiatan.
Pukul 10 pagi, piknik @ Hort Park. Kami bertolak ke Hort park, semacam hutan wisata di dalam kota, yang memang masih terjaga keasrian dan lebat-rindang pepohonannya. Di sebuah lapangan hijau di daerah itu, kami berkumpul bersama, makan siang dan menampilkan permainan dan yel-yel dari setiap delegasi negara.Picnic Time!
Kami kembali ke hotel pada pukul 1300 untuk mempersiapkan eksibisi. eksibisi yang sesungguhnya dimulai pada pukul 1600 -1800. Delegasi Indonesia mendapat urutan yang ke 9 dari 13 negara untuk mempromosikan dan mempresentasikan keanekaragaman dan kekayaan warisan negara yang kemudian dinilai oleh dewan juri yang berasal dari chaperone setiap delegasi, dimana chaperone tidak berhak memilih delegasi dari negaranya sendiri. Dalam eksibisi delegasi Indonesia, yang berperan sebagai presenternya adalah Linda, Ikhsan, Tama, dan Gigih, sedangkan Ranggi memainkan musik angklung dan seruling sebagai backsound presentasi dan Shani, Dini, Zulfa penanggung jawab promosi dan pembagian souvenir, laeflet, dan barang pameran. Kamipun sangat lega dan puas setelah 10 menit presentasi dengan baik, lancar dan sukses, walaupun yang menang dalam eksibisi tahun ini adalah kazakhstan dengan penilaian terhadap 3 kategori, keefektifan promosi, presentasi, dan keatraktifan eksibisi.
Malam hari setelah makan malam, seluruh delegasi melaksanakan rehearsel yang terakhir kalinya, sebelum acara puncak cultural evening esok harinya.
Day 6 [12 Desember 2008]
Secara keseluruhan, hari keenam dijadwalkan untuk kegiatan di dalam hotel saja. Seluruh delegasi sibuk dengan persiapan kostum,penampilan tari-musik dan eksibisinya untuk cultural evening yang akan dihadiri oleh pejabat-pejabat dari duta besar seluruh negara peserta. Eksibisi hari kedua ini lebih ramai, dimulai dari pukul 1600-1700, karena pengunjung tidak hanya dari pihak pengunjung hotel tapi juga kedubes negara-negara peserta dan terbuka untuk masyarakat umum lainnya.
Pada cultural evening, delegasi Indonesia dengan urutan penampilan yang ke 5 setelah india, menampilkan tari cokek, yang merupakan tari berpasangan, dengan sangat alot dalam gerakan-gerakannya yang begitu indah dan gemulai. Di akhir tarian, dua orang dari kami, Ranggi dan gigih mengibarkan bendera merah putih dan bersama enam teman lainnya meneriakkan “Indonesia…Bisa”.
Penontonpun memberikan applause yang meriah, bahkan beberapa peserta memberikan standing applause.
Day 7 [13 Desember 2008]
The last day was the hardest part for us! kami harus berpamitan satu sama lain dengan seluruh peserta dari delegasi negara yang ada, dengan roommate, SYC Ace, Chaperone negara lain dan para panitia.
Saat kami mengatakan goodbye, seorang delegasi dari singapore menyuruh untuk tidak mengatakan itu, tapi katakanlah See u next time!
Waktu terasa begitu cepat berputar, hingga SYC 2008 harus usai sampai di sini. Namu para peserta berjanji akan terus menjaga komunikasi satu sama lain melaui email,phone, dan internet. FRIENDSHIP FOREVER!
Delegasi Indonesia bertolak ke indonesia pada pukul 0115, hingga khirnya sampai di tanah air pukul 1500. Akhirnya peserta delegasi Indonesia pun mesti berpisah ke daerah masing-masing. Padang, Bogor, yogya, bali, dan makasar.
Pengalaman yang berharga ini telah membuka cakrawala kami mengenai friendship and understanding, diantara bangsa yang berbeda, dan belajar dari negara seberang dengan berbagai kemajuan dan nilai-nilai kebaikan yang ada di Singapore. Hal ini membuat kami bukannya “minder” dengan negara sendiri, tapi tetap semangat dan tidak putus asa utuk bisa memberikan kontribusi yang lebih baik pada tanah air tercinta.
Indonesia…bisa!!!